REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) mengklaim berhasil membongkar jaringan intelijen Ukraina yang berada di balik rencana serangan terhadap seorang perwira tinggi Rusia di Krimea. Dalam perkembangan terbaru, seorang kolonel badan intelijen militer Ukraina (HUR) yang disebut sebagai pengendali operasi tersebut dilaporkan telah tewas.
Kantor berita Rusia melaporkan pada Ahad (28/6/2026), mengutip sumber di dinas keamanan, bahwa Rustem Fakhriev, kolonel HUR yang sebelumnya masuk daftar ekstremis dan teroris Rusia, tewas pada 18 Mei 2026.
"Rustem Fakhriev, seorang kolonel dari badan intelijen militer Ukraina (HUR), telah dilenyapkan pada 18 Mei," kata sumber tersebut.
Nama Fakhriev sebelumnya mencuat setelah FSB mengaitkannya dengan dugaan upaya pembunuhan terhadap seorang perwira tinggi Rusia di Krimea pada 1 Desember 2025.
Menurut FSB, Fakhriev merekrut seorang warga negara Ukraina untuk melaksanakan aksi tersebut. Agen itu disebut berupaya memasang alat peledak rakitan buatan Barat di kendaraan milik perwira Rusia.
Namun, operasi tersebut berhasil digagalkan aparat keamanan Rusia. Dalam baku tembak yang terjadi saat penangkapan, pelaku tewas di lokasi, sementara seorang kaki tangannya berhasil diamankan dan kemudian didakwa dengan tuduhan tindak pidana terorisme.
Atas dugaan keterlibatannya dalam operasi tersebut, Fakhriev kemudian dimasukkan ke dalam daftar ekstremis dan teroris oleh lembaga pemantau keuangan Rusia, Rosfinmonitoring, pada akhir 2025.
Sejak eskalasi konflik Rusia-Ukraina pada Februari 2022, badan intelijen Ukraina dituduh berulang kali berupaya melancarkan serangan terhadap pejabat, perwira militer, serta tokoh publik Rusia. Menurut otoritas Rusia, sebagian besar rencana tersebut berhasil digagalkan oleh FSB, meskipun beberapa serangan mematikan tetap terjadi.
Di antaranya adalah ledakan bom mobil di dekat Moskow pada Agustus 2022 yang menewaskan jurnalis Darya Dugina, putri filsuf Alexander Dugin. Pada 2023, blogger militer Vladlen Tatarsky juga tewas akibat ledakan bom rakitan saat menghadiri acara di sebuah kafe di St. Petersburg.
Sementara itu, pada 2024, Letnan Jenderal Igor Kirillov, Komandan Pasukan Perlindungan Radiologi, Kimia, dan Biologi Rusia, bersama ajudannya, tewas setelah sebuah alat peledak meledak di luar gedung apartemennya di Moskow.
Pihak Ukraina belum memberikan tanggapan resmi atas klaim terbaru Rusia mengenai kematian Rustem Fakhriev maupun tuduhan keterlibatannya dalam berbagai operasi tersebut.

2 jam yang lalu
1







English (US) ·
Indonesian (ID) ·