Jakarta (ANTARA) - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dan PT Bank SMBC Indonesia Tbk (SMBC Indonesia) merampungkan pengalihan portofolio kredit pensiun dari SMBC Indonesia kepada BTN.
Melalui kerja sama tersebut, kedua bank menegaskan komitmen untuk memperkuat layanan perbankan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan nasabah, sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka panjang masing-masing.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, mengatakan pengalihan portofolio merupakan bagian dari strategi transformasi Beyond Mortgage yang dijalankan perseroan untuk memperluas layanan kepada nasabah di setiap fase kehidupan.
"BTN secara resmi mengelola layanan pinjaman pensiun dan manfaat pensiun yang sebelumnya dikelola oleh SMBC Indonesia. Langkah ini bukan berarti BTN meninggalkan bisnis perumahan. Justru kami ingin memperkuat perjalanan layanan kepada masyarakat, mulai dari membantu memiliki rumah, memenuhi kebutuhan finansial sepanjang masa produktif, hingga memasuki masa pensiun dengan tetap nyaman dan sejahtera," ujar Nixon dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, akuisisi portofolio akan memperkuat posisi BTN sebagai bank dengan ekosistem layanan yang lebih menyeluruh. Perseroan tetap menempatkan pembiayaan perumahan sebagai bisnis inti, sembari melengkapi layanan agar hubungan dengan nasabah dapat berlanjut hingga masa pensiun.
Nixon juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi BTN dan SMBC Indonesia yang telah berlangsung sejak 2025 hingga rampungnya transaksi tersebut. Ia memastikan seluruh proses pascatransaksi akan dijalankan dengan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan guna menjamin transisi berjalan lancar.
Ia menegaskan hak-hak nasabah tidak akan berubah selama proses pengalihan berlangsung.
Baca juga: BTN ambil alih portofolio kredit SMBC Indonesia Rp19,93 triliun
Baca juga: SMBC Indonesia peroleh laba bersih konsolidasi Rp506 miliar pada 2025
"Prioritas kami adalah memastikan kenyamanan nasabah tetap terjaga. Seluruh hak nasabah, termasuk manfaat asuransi jiwa kredit yang melekat pada pinjaman, tetap sama dan tidak mengalami perubahan. Kami juga siap mendampingi seluruh nasabah selama proses transisi agar tetap mendapatkan layanan terbaik dari BTN," katanya.
Sementara, Direktur Utama SMBC Indonesia Henoch Munandar mengatakan transaksi tersebut mencerminkan komitmen perseroan untuk menempatkan kepentingan nasabah sebagai prioritas dalam setiap keputusan strategis.
"Kami meyakini BTN memiliki kapabilitas dan jaringan yang kuat untuk memberikan layanan kepada nasabah pensiun," ujar Henoch.
Ia menjelaskan pengalihan portofolio juga memungkinkan SMBC Indonesia memfokuskan sumber daya dan investasi pada pengembangan bisnis di segmen emerging affluent, affluent, usaha kecil dan menengah (UKM), serta korporasi.
Adapun sebagai bentuk transparansi, BTN akan mengirimkan surat penyambutan (welcome letter) beserta panduan mengenai pengalihan pengelolaan fasilitas kredit kepada seluruh nasabah terdampak.
Akan tetapi, pembayaran manfaat pensiun akan tetap dikelola oleh SMBC Indonesia sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut. Nasabah diimbau untuk tetap melakukan proses autentikasi berkala sesuai ketentuan agar pembayaran manfaat pensiun tetap berjalan lancar.
Bagi nasabah yang membutuhkan informasi lebih lanjut, selain melalui surat resmi, nasabah dapat menghubungi Contact Center SMBCI Care di 1500 365 atau mengunjungi kantor cabang SMBC Indonesia terdekat selama masa transisi berlangsung.
Baca juga: BTN: Penempatan SAL jaga likuiditas stabil di tengah tantangan ekonomi
Baca juga: BTN perkuat Beyond Mortgage lewat Pemprov DKI dan Kementerian UMKM
Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·