Botasupal: Perkembangan fitur keamanan uang tekan peredaran uang palsu

1 minggu yang lalu 22
Ini bekerja sama dengan teman-teman dari Bank Indonesia supaya fitur uang kita terus ditingkatkan dan tidak mudah dipalsukan lagi

Jakarta (ANTARA) - Badan Koordinasi Pemberantasan Uang Palsu (Botasupal) mengatakan perkembangan fitur keamanan pada uang rupiah dinilai menjadi salah satu faktor yang menekan peredaran uang palsu di Indonesia.

Sektretaris Umum Botasupal Brigjen Pol Mulyono mengatakan Spark Live menjadi salah satu fitur andalan yang menjadi perkembangan teknologi pengamanan rupiah yang membuatnya semakin sulit dipalsukan, sekaligus memudahkan masyarakat dan aparat mengenali keaslian uang.

“Salah satu fitur andalan kita adalah Spark Live. Fitur tersebut seolah-olah hidup ketika uang digoyang-goyangkan. Sampai sekarang, fitur tersebut belum berhasil dipalsukan ,” ujar Mulyono dalam acara diskusi Rupiah untuk Indonesia Berdaulat di Festival Rupiah Berdaulat Indonesia 2026, di Jakarta, Jumat.

Dia menjelaskan uang rupiah memiliki sejumlah fitur keamanan yang harus terus diperbarui. Saat ini terdapat sekitar 15–17 fitur keamanan yang perlu dipahami oleh masyarakat maupun aparat penegak hukum.

Menurut dia, kuatnya fitur keamanan rupiah turut membuat tingkat peredaran uang palsu di Indonesia relatif rendah dibandingkan sejumlah negara lain.

Berdasarkan data Botasupal, pada tahun 2024–2025 rasio uang palsu di Indonesia berada di sekitar 4 lembar per 1 juta lembar uang yang beredar. Sementara itu, sepanjang 2026 hingga Agustus, rasionya turun menjadi sekitar 2 lembar per 1 juta lembar uang yang beredar.

Sementara di luar negeri, angka peredaran uang palsu mencapai sekitar 9–14 lembar per 1 juta lembar, atau paling banyak berkisar di rasio 14–20 lembar per 1 juta lembar.

Pemahaman terhadap fitur tersebut penting untuk mendeteksi modus pemalsuan yang mulai berkembang. Apabila ditemukan fitur yang mulai ditiru pelaku, Bank Indonesia bersama unsur Botasupal dapat melakukan evaluasi dan meningkatkan kembali teknologi pengamanan rupiah.

“Ketika ada fitur-fitur yang mulai dipalsukan, kita akan tingkatkan. Ini bekerja sama dengan teman-teman dari Bank Indonesia supaya fitur uang kita terus ditingkatkan dan tidak mudah dipalsukan lagi,” ujarnya.

Mulyono menjelaskan dari sisi bahan, uang palsu yang ditemukan juga umumnya masih memiliki kualitas rendah karena umumnya mencetak menggunakan kertas biasa dan menggunakan tinta printer berwarna, sementara uang rupiah asli menggunakan bahan kertas berbasis kapas.

Dia juga menambahkan, penggunaan transaksi non-tunai juga berkontribusi semakin menekan peredaran uang palsu karena mengurangi penggunaan uang fisik dalam aktivitas ekonomi.

Karena itu, masyarakat juga diminta memahami ciri keaslian rupiah dan segera melaporkan apabila menemukan uang yang diragukan keasliannya kepada bank atau aparat kepolisian.

“Ketika kita mau memberantas uang palsu, kita harus tahu yang asli. Fitur-fiturnya harus kita ketahui secara detail,” katanya.

Pemberantasan rupiah palsu dilakukan melalui edukasi, penguatan data, dan penegakan hukum dengan kolaborasi Botasupal yang beranggotakan BIN, Kepolisian, Kejaksaan, Bank Indonesia, serta Kementerian Keuangan menggunakan data kasus untuk menentukan langkah pencegahan dan penindakan.

Baca juga: Botasupal Kepri musnahkan 5.454 lembar uang Rupiah tidak asli

Baca juga: Bank Indonesia Papua membentuk tim pemberantas uang palsu

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya