Berkali-kali Hujani Rusia dengan Drone dan Misil, Putin: Tidak Kritis, Semua Stabil

1 jam yang lalu 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan gelombang serangan Ukraina terhadap infrastruktur Rusia dalam sepekan terakhir tidak memengaruhi jalannya operasi militer Moskow di garis depan. Menurut dia, kerusakan yang ditimbulkan juga dapat dipulihkan dengan cepat sehingga tidak mengganggu stabilitas negara.

"Masalah yang timbul tidak bersifat kritis. Semua berfungsi secara stabil dan memiliki cadangan kapasitas yang besar," kata Putin dalam wawancara dengan Vesti, seperti dikutip RIA Novosti, Senin (29/6).

Pernyataan itu disampaikan setelah Ukraina terus meningkatkan serangan jarak jauhnya ke wilayah Rusia dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah media internasional melaporkan bahwa sasaran utama serangan meliputi infrastruktur energi, fasilitas logistik, hingga wilayah pendudukan Rusia di Crimea.

Reuters dalam laporannya pada Senin, 23 Juni 2026, menyebut Putin sebelumnya menuduh Ukraina meningkatkan serangan terhadap infrastruktur sipil Rusia, termasuk kilang minyak. Sementara itu, Ukraina menyatakan serangan tersebut bertujuan melemahkan kemampuan logistik dan sumber pendanaan perang Rusia melalui sektor energi.

Pada Selasa, 24 Juni 2026, The Guardian melaporkan Ukraina memperluas serangan ke Crimea dengan menyasar sejumlah infrastruktur, termasuk jalur perkeretaapian dan fasilitas kelistrikan. Laporan media yang sama pada Kamis, 26 Juni 2026, juga menyebut Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengumumkan operasi selama 40 hari untuk meningkatkan tekanan terhadap Rusia, termasuk melalui serangan terhadap infrastruktur energi.

Serangan berlanjut hingga akhir pekan. Reuters, pada Ahad, 28 Juni 2026, melaporkan drone Ukraina menyerang dua kilang minyak Rusia di Krasnodar dan Yaroslavl. Pada hari yang sama, Associated Press (AP) juga melaporkan serangan drone kembali memicu kebakaran di salah satu kilang minyak Rusia sebagai bagian dari kampanye berkelanjutan Kyiv terhadap infrastruktur energi negara tersebut.

Meski demikian, Putin menegaskan seluruh serangan tersebut tidak mengubah situasi di medan perang.

"Semua serangan teroris ini tidak berdampak pada situasi di garis depan. Ini fundamental. Semua serangan, di mana pun mereka menghantam infrastruktur kami, sama sekali tidak memengaruhi situasi di garis depan maupun di garis kontak," ujarnya.

Menurut Putin, sasaran utama serangan terhadap infrastruktur sipil Rusia bukan hanya untuk menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga mendukung perang informasi melawan Moskow.

"Secara umum, serangan terhadap infrastruktur sipil kami dilakukan bukan hanya untuk menimbulkan kerugian bagi kami, meskipun saya pikir itu penting bagi musuh, tetapi juga untuk mendukung kampanye informasi sebagai bagian dari konfrontasi dengan Rusia," kata dia.

Putin menilai kampanye tersebut bertujuan memengaruhi opini publik di Rusia dengan menumbuhkan keraguan, memecah persatuan nasional, serta menekan Moskow agar menghentikan sementara operasi militernya di garis depan sehingga menciptakan kondisi yang lebih menguntungkan bagi dimulainya perundingan.

"Kami tak akan memberi mereka kesempatan seperti itu," ujar Putin.

sumber : Antara

Baca Artikel Selengkapnya