Jakarta (ANTARA) - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menilai keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) merupakan langkah strategis untuk merespons dinamika ekonomi global dan pergerakan nilai tukar rupiah.
Perseroan pun akan terus mencermati dampak kebijakan moneter tersebut terhadap kondisi perekonomian dan industri perbankan.
"Kami melihat keputusan ini merupakan langkah strategis BI dalam merespons dinamika ekonomi global serta pergerakan nilai tukar rupiah," kata EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn di Jakarta, Rabu.
Sebagai informasi, Bank Indonesia melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) mingguan pada Selasa memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50 persen.
Menurut Hera, BCA secara konsisten memantau perkembangan suku bunga acuan beserta berbagai indikator makroekonomi lainnya, termasuk potensi risiko, kondisi likuiditas perbankan, serta dinamika pasar yang dipengaruhi faktor permintaan dan penawaran.
Berbagai faktor tersebut menjadi pertimbangan perseroan dalam menjaga keseimbangan antara kecukupan likuiditas dan ekspansi kredit yang sehat.
"Secara bersamaan, BCA senantiasa melakukan peninjauan berkala dan memperhatikan tingkat suku bunga kredit pada level yang dapat diterima pasar dan memperhatikan daya beli masyarakat," tuturnya.
Ke depan, Perseroan akan terus mendorong penyaluran kredit yang berkualitas dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta penerapan manajemen risiko yang disiplin.
Baca juga: BCA bagikan dividen interim termin I Rp20 per saham pada akhir Juni
Baca juga: BCA sesuaikan operasional kantor cabang selama libur Iduladha 2026
Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·