AS-Iran Sepakat Damai, Netanyahu: Kita Perlu Melepaskan Diri dari Ketergantungan Senjata Amerika

2 jam yang lalu 3

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Knesset, parlemen Israel, di Yerusalem, 2 Februari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menginginkan agar negaranya meningkatkan otonomi militernya. Hal itu agar Israel dapat mengurangi ketergantungannya pada dukungan dari Amerika Serikat (AS).

“Saya sangat menghargai dukungan yang telah kita terima dari teman-teman Amerika kita, tetapi kita perlu melepaskan diri dari ketergantungan dan membangun jaringan persenjataan independen kita sendiri," kata Netanyahu kepada para perwira cadangan dalam kursus pelatihan di wilayah Tepi Barat yang diduduki, dikutip laman Al Arabiya.

Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu kepada para perwira pada 18 Juni 2026 lalu. Namun kantornya baru merilis keterangannya pada Selasa (23/6/2026).

“Hari ini saya katakan: Kita membutuhkan jaringan persenjataan independen kita sendiri. Kita harus memproduksi persenjataan kita sendiri,” ujar Netanyahu.

Pada saat Netanyahu menyampaikan keinginannya agar Israel dapat lebih mandiri di bidang militer, AS dan Iran baru saja bersepakat untuk mengakhiri perang mereka.

Sejumlah menteri dan pejabat di kabinet pemerintahan Netanyahu telah menyuarakan penolakan jika Israel harus terlibat dalam kesepakatan AS-Iran, terutama terkait penghentian serangan ke Lebanon.

Menurut Council on Foreign Relations, sejak berdiri pada 1948, Israel telah menerima bantuan ekonomi dan militer dari AS dengan nilai lebih dari 300 miliar dolar. Jumlah tersebut jauh lebih banyak daripada yang diterima negara lain mana pun sejak tahun 1946.

Baca Artikel Selengkapnya