Analis: Rupiah berpeluang menguat, dolar AS tertekan buyback obligasi

6 hari yang lalu 17
Rupiah berpotensi menguat seiring pelemahan tajam pada dolar AS itu sendiri setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan rencana untuk menggandakan operasi buyback guna mendukung likuiditas obligasi jangka panjang

Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Kamis menguat 30 poin atau 0,17 persen menjadi Rp17.810 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp17.840 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai, rupiah berpotensi melanjutkan penguatan seiring pelemahan dolar AS akibat buyback obligasi.

"Rupiah berpotensi menguat seiring pelemahan tajam pada dolar AS itu sendiri setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan rencana untuk menggandakan operasi buyback guna mendukung likuiditas obligasi jangka panjang," kata Lukman kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

Penguatan rupiah juga terjadi setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Rabu kemarin (19/8).

BI juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75 persen dan Lending Facility sebesar 6,50 persen.

Dengan mempertimbangkan sentimen tersebut, Lukman memproyeksikan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.750 hingga Rp17.850 per dolar AS pada perdagangan Kamis.

Baca juga: Rupiah Kamis pagi dibuka menguat menjadi Rp17.810 per dolar AS

Baca juga: Rupiah bergerak menguat seiring keputusan BI tahan suku bunga acuan

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya